Rengel Menuju Kawasan Ekonomi Produktif

Tubankab - Pemerintah Kecamatan Rengel saat ini tengah mencanangkan Rengel menuju kawasan ekonomi produktif yang bertumpu pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Segala upaya pembangunan yang ada di Kecamatan Rengel, ditujukan memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan tetap tidak melupakan upaya dalam membangun SDM,” jelas Camat Rengel, Eko Wardhono saat dikonfirmasi reporter tubankab.go.id dalam suatu kesempatan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tuban, Kamis (29/11).

Eko menjelaskan, pola pembangunan SDM tersebut, meliputi beberapa aspek yang di antaranya terdiri dari upaya pembelajaran, fasilitasi terhadap tumbuh kembang anak dan peran serta masyarakat dalam kegiatan perencanaan pembangunan di Kecamatan Rengel, yang nantinya masyarakat dapat bertindak sebagai pelaku di bidang pembangunan. “Untuk mewujudkan ini, diperlukan sinergi dengan lintas sektoral dan pihak terkait lainnya,” terangnya.

Dikatakannya, dalam peningkatan kualitas SDM yang ada di Kecamatan Rengel, bersama kepala desa setempat, pihaknya telah merancang 11 kegiatan prioritas yang telah disepakati sebelumnya. “Lima di antaranya berorientasi terhadap peningkatan kualitas SDM,” ungkap Eko.

Salah satunya ialah melalui penyelenggaraan pendidikan di tingkat desa, dengan sasaran seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA), terutama yang berstatus milik desa. Kegiatan yang dilaksanakan dalam lembaga pendidikan tersebut, nantinya bisa didanai dari Dana Desa (DD). “Kami mempersilakan untuk menggunakan dana desa guna menunjang kegiatan operasional tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyadari bahwa pada 2030 mendatang, bangsa Indonesia akan mengalami bonus demografi. Artinya, lanjut Eko, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia di usia produktif 16-56 tahun mencapai sekitar 60 persen. Hal tersebut, harus dipersiapkan dengan membentuk karakter anak sejak usia dini.

“Oleh sebab itu, pembangunan karakter harus diimplementasikan sejak anak usia dini, salah satunya melalui TPA tersebut, kita berharap agar generasi yang akan datang dapat menjadi generasi yang bermental tangguh dan memiliki akhlak karimah,” ucapnya.

Selain itu, ia mengaku bahwa potensi ekonomi di Kecamatan Rengel, lebih cenderung didominasi pada bidang pertanian, di mana mayoritas kawasan persawahan di Rengel didominasi oleh tanaman padi, selain sebagian tanaman lainnya, seperti jagung dan kedelai. Ditambahkannya, produktivitas padi bisa mencapai 457.262 kuintal setiap tahun, dengan luas wilayah pertanian berkisar 2.808,85 hektare. Hal tersebut, lanjut Eko, rata-rata perduktivitas padi bisa mencapai 8-9 ton per hektare.

Untuk usaha pertanian di Rengel, menurut Eko, juga terdapat Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) yang dikelola oleh Tani Karya Mandiri di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, yang merupakan program dari Kementerian Pertanian. “UPJA tersebut, melayani jasa pengolahan lahan melalui kelompok tani yang ada di Kecamatan Rengel,” jelasnya.

Selain potensi pertanian, pemerintah setempat juga tengah mengembangkan potensi wisata yang ada di Rengel, seperti wisata Gua Ngerong di Desa Rengel, Sendang Beron di Desa Punggulrejo, bumi perkemahan di Desa Maibit, wisata edukasi kerajinan gerabah di desa Ngadirejo serta wisata kuliner di Desa Sumberejo, yakni Wisata Tengah Sawah (WTS). Lebih lanjut, dari nama WTS yang dianggap kurang lazim tersebut, dikatakan Eko, justru membuat orang penasaran untuk datang ke sana. “Selain potensi-potensi tersebut, Kita juga tetap mengembangkan potensi yang ada di bidang lainnya, seperti Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan swasembada daging sapi,” tutupnya. (tauviqurrahman/hei)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)