PT SI Realisasikan CSR Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui FMK

Tubankab-Sedikitnya 9 Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) yang ada di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban mendapatkan alokasi bantuan dana pemberdayaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 250 juta yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR), Kamis (29/11).

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut, dilaksanakan di pendopo Kecamatan Kerek yang dihadiri oleh Senior Manager CSR PT Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo, Direktur P2M-SG, Nunuk Fauziyah selaku pelaksana program pemberdayaan di wilayah desa-desa dan kecamatan sekitar perusahaan. Hadir juga dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimka, FMK Kecamatan Kerek, ketua dan bendahara OMS yang mendapat bantuan.

Koordinator Forum Masyarakat Kokoh (FMK) Amanah Sejahtera Kecamatan Kerek Hasyim, SH selaku dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya merasa bersyukur tahapan realisasi bisa terlaksana tepat waktu sesuai rencana, karena sejak awal mulai tahapan sosialisasi, verifikasi hingga sosialisasi saat ini semua bisa berjalan lancar.

Pihaknya juga menjelaskan, alokasi CSR melalui FMK sebesar Rp 250 juta tersebut dibagi secara proporsional yang sudah melalui tahapan koreksi dan verifikasi proposal pengajuan oleh tim gabungan yang difasilitasi pendamping P2M-SG.

“Alokasinya masing-masing LPTQ Kecamatan Kerek Rp 17 juta, PAC GP Ansor Rp 30 juta, Yayasan Pendidikan Nailun Najah MTs Salafiyah Kerek Rp 37 juta, PKK kecamatan Rp 35 juta, PAC Aisyiyah Rp 20 juta, Muslimat NU Kecamatan Kerek Rp 26 juta, Karang Taruna Kerek Rp 25 juta, Bhayangkari Polsek Kerek Rp 20 juta, Persit Koramil Kerek Rp 15 juta dan alokasi operasional FMK Rp 25 juta, jadi total Rp 250 juta,” kata pria yang juga ketua MWC NU Kerek ini.

Sementara itu, Nunuk Fauziyah, Direktur Program Pelaksana P2M-SG mengucapkan selamat atas diterimanya bantuan CSR tersebut. Menurutnya, setelah menerima bantuan para OMS penerima masih punya kewajiban untuk melaksanakan laporan pertanggungjawaban, sehingga diharapkan kerjasamanya untuk melaporkan SPJ tepat waktu.

“Selain itu, nanti kami bersama tim juga akan melakukan monitoring atas program kegiatan yang sudah atau belum terlaksana, hal ini sebagai salah satu tolok ukur kami ke depannya untuk melihat apakah OMS tersebut masih layak dibantu atau tidak, dilihat dari kemanfaatan dan sisi pemberdayaannya kepada masyarakat,” ucap salah satu aktivis perempuan di Bumi Wali Tuban ini.

Di tempat yang sama,  Setiawan Prasetyo, Senior Manager CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berharap agar para OMS bisa memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin dan tepat sasaran. Sebab, tujuan utama CSR lebih ke arah pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar perusahaan.

Pihaknya juga menerangkan, alokasi CSR melalui FMK desa dan kecamatan sekitar perusahaan tersebar di 3 kecamatan dan 26 desa, dengan nilai total Rp 7,25 miliar. Hal ini menurutnya sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. (chusnul huda/hei)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)